Fokusjurnalis, Bitung – Seakan tak pernah habis penderitaan pengungsi Gunung Ruang yang saat ini tinggal di hunian sementara Rusunawa Sagerat Kota Bitung.
Usai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) membebaskan biaya hunian bagi para pengungsi, kini muncul lagi persoalan baru yang di keluhkan pengungsi dimana makanan mereka sering terlambat dibagikan. Hal ini di keluhkan oleh salah satu pengungsi yang tidak mau di publish (Novi) nama samarannya.
Novi menuturkan, sejak hari senin kemarin, jata makan siang mereka dibagikan pada pukul 14:30 waktu Bitung, dan pada hari ini pukul 12:30 belum dibagikan, Rabu (06/11/2024).
“Jika ini berlangsung lama maka bisa berpengaruh pada kesehatan kami. Ingat kami ini manusia, disini ada banyak anak-anak dan lansia, pemerintah harus memperhatikan persoalan ini jangan tutup mata,”pinta Novi.
Lanjutnya, daripada mereka kelaparan hingga beresiko pada kesehatan, baiknya dana makanan bagi pengungsi dibagikan langsung kepada mereka untuk dikelola masing-masing.
Karena menurut Novi, jika benar seprti yang terdengar bahwa besaran dana makan perorang Rp.150.000 yang di anggarkan dari BNPB Pusat itu di berikan langsung kepada masing-masing pengungsi, maka mereka bisa memilih bahan makanan yang memiliki nilai gizi seimbang untuk kelangsungan hidup mereka.
Novi meminta perhatian khusus dari BNPB Pusat dan Bupati Sitaro, agar apa yang menjadi keluhan pengungsi Gunung Ruang yang ada di rusunawa Sagerat Bitung segera di selesaikan.
Penelusuran media ini, sejak awal pengungsi Gunung Ruang tinggal di hunian sementara rusunawa Sagerat Bitung, anggaran dapur umum di kelola oleh BPBD Sitaro selang kemudian kurang lebih 2 bulan berjalan anggaran tersebut sudah beralih pengelolaannya ke Dinas Sosial (Dinsos) Sitaro.
Kepala BPBD Sitaro Joickson Sagune, saat wawancara langsung dengan awak media ini ketika ditanya soal makan bagi para pengungsi Ia mengatakan, persoalan makanan pengungsi silahkan di tanyakan ke Dinsos.
“Persoalan makanan pengungsi silahkan bertanya ke Dinsos karna mereka yang tangani itu, BPBD fokus pada data pengungsi dan penanganannya,”pungkas Kaban BPBD Sitaro.
Amd
No comments yet.