Kota Bitung, Fokus Jurnalis– Pt. Yoezhadassah memang izin resmi namun diduga jelas – jelas lakukan tindakan pencemaran lingkungan hidup yaitu dengan melakukan pembuangan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) minyak, minyak kotor, ke tanah hal ini membuat terkontaminasi ke tanah dengan melakukan penyiraman memakai selang air berukuran besar dari mesin dan mengalir ke selokan air pada, Jumat 27/09/2024.

Pantauan awak media Pt. Yoezhadassah ini melakukan penyiraman Limbah berbahaya (LB3) berupa minyak pelumas bekas dari tangki – tangki dibuktikan banyaknya minyak bekas yang tumpah ke lahan parkiran.

Dan di pindahkan dari tangki setelah mengambil minyak di Pertamina depot kota Bitung di pindahkan ke tangki lain di buka segel nya dan memakai segel Pt. Yoezhadassah, dengan melakukan pemindahan minyak justru banyak minyak yang jatuh di lantai halaman karena cara kerja Pt Yoezhadassah diduga tidak safety para pekerja yang tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) berupa seragam lengkap.

Dugaan Limbah Mengalir ke Luar dari Pt yoezhadassah
Pasalnya, dugaan BBM di isi melalui galon – galon ada apa, apakah akan di bisniskan atau seperti ini cara kerja Pt Yoezhadassah melakukannya ke karyawannya. Kalau seperti itu maka banyaknya minyak di halaman parkir tumpah dan di siram dialirkan melalui selokan sampai ke selokan jalan – jalan raya kota Bitung dengan melakukan pencemaran lingkungan hidup, ini Miris.
Lebih para lagi pihak Pt. Yoezhadassah diduga melakukan kencing minyak melalui selang dari mobil tangki Yoezhadassah ke berbagai galon di halaman kantor yoezhadassah hal ini menjadi pertanyaan apakah dengan penyedotan minyak dari tangki Yoezhadassah itu diperbolehkan pihak Pertamina atau bisa jadi di bisniskan atau cara kerjanya sepwrti ini, hal ini dilakukan pada, Selasa 17 September 2024.
Inisial Daniel Alias DS yang mengaku dan membenarkan BBM dipindahkan dari tangki Yoezhadassah dari Depot
Pertamina ke tangki Yoezhadassah hingga ada BBM berbagai jenis jatuh ke halaman paving dan mengalir keluar sampai ke selokan jalan raya, hal ini semestinya harus memiliki bak penyaringan Limbah yakni,
“Iya memang kami pindahkan BBM dari Depot Pertamina Bitung melalui mobil kami Yoezhadassah ke tangki kecil kami di halaman kami namun halaman kami tidak dapat tercemar karena kami memakai lapisan di bawa paving yang bisa menyerap,” tuturnya.
Sebagai manager di Pt. Yoezhadassah ini membenarkan tentang BBM dilakukan estafet atau pemindahan dengan cara memindahkan dari Depot Pertamina Kota Bitung mobil tangki berukuran besar antri di Depot Pertamina Bitung di pindahkan ke mobil – mobil tangki kecil, diduga kuat dengan cara seperti ini banyaknya BBM dari berbagai jenis BBM jatuh di lahan parkiran kantor Yoezhadassah dan disiram pakai selang besar hingga dugaan mencemari lingkungan hidup yakni, Jadi karena banyak permintaan BBM ke Gorontalo 24 KL kita harus persiapkan ambil dari sana (Pertamina) taru di oto (Mobil) kecil di sini jadi besoknya masuk PO langsung jalan semua karena kalau tidak seperti itu dari pagi mengantri di Depot sampai sekarang baru ret ke dua karena banyak antrian,” terang Inisial Daniel.
Sebutnya lagi itu sudah jadi milik Pt Yoezhadassah jadi kita bisa pindahkan minyak dari Pertamina Depot melalui tangki besar ke tangki kecil di sini, dan kata kasarnya kita mau kemanakan minyak BBM kita apa mau di buang itu sudah menjadi milik Pt Yoezhadassah,” cetusnya.
Ketika di tanya ke Manager Pt Yoezhadassah terkait apakah ada dugaan tangki milik Pt Yoezhadassah apa tidak ada yang singgah jawaban manager Pt Yoezhadassah yakni,
“Standar SOP kalau agen dari Pt yoezhadassah sudah di segel dari sini dan kita mempunyai JPS satelit yang bisa memantau mobil kita kalau mereka singgah di mana kita akan tahu dimana posisi mobil milik yoezhadassah dan mereka foto ketika mereka di sana pada saat pembongkaran saat kita klik betul betul jam yang sama saat melakukan foto dan pembongkaran bbm minyak dari sini dan sampai di sana sama karena kita dapat memantau melalui aplikasi ini, apalagi semua bentuk minyak BBM di Pertamina kita bisa jual, karena kita resmi berbeda di tempat lain tidak tesmi karena dan mereka tidak terbuka seperti kita,” ucapnya melalui rekaman elektronik di kantor Pt. Yoezhadassah, Wangurer Kota Bitung.
Salah satu warga kota Bitung menyesalkan dengan adanya dugaan perbuatan Pt. Yoezhadassah yang sengaja membuang Limbah B3 berbahaya melalui penyiraman langsung memakai selang air dari lahan kantor parkiran semua mobil tangki milik Pt. Yoezhadassah dirinya menerangkan, “Saya menilai pembuangan minyak bekas BBM dari halaman Pt. Yoezhadassah ke luar melalui penyiraman memakai air selang yang cukup besar dapat mengeluarkan semua minyak bekas dari halaman parkiran mobil tangki Yoezhadassah diduga Limbah B3 berbahaya ke selokan dan mengalir ke selokan di jalan raya Bitung Manado,” sebut warga yang enggan mempublikasikan namanya.
Parahnya lagi, dugaan Limbah berbahaya B3 ini akan mencemari sumur para warga di kompleks tersebut lebih miris lagi karena Pt Yoezhadassah ini dekat dengan laut maka Limbah berbahaya B3 ini bisa jadi dugaan sampai ke situ dan laut tersebut akan dicemari oleh Limbah berbahaya B3 milik Pt Yoezhadassah,” ungkapnya.
Saya meminta agar Pemerintah yang terkait di dalam nya serta APH dapat memeriksa dugaan minyak bekas dari halaman Pt Yoezhadassah yang di siram dan bisa mencemari lingkungan hidup apa lagi pekerjaan tidak safety hal ini akan membuat kecelakaan kerja dalam perusahan Pt Yoezhadassah itu sendiri karena dalam melakukan pekerjaan tidak memakai APD Alat Pelindung Diri dan juga pemerintah dapat periksa pekerja apakah sudah cukup umur atau tidak dalam melakukan pekerjaan harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutupnya.
(FerM&Tim)
No comments yet.