Fokusjurnalis.com, Deli Serdang, Selama 7 tahun dimana sejak tahun 2019 proyek Bendung Serdang bernilai Rp234 Milliar yang dibiayai dari dana APBN di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang sama sekali tidak berfungsi.
Akibatnya ribuan para petani yang tersebar di 3 Kecamatan yaitu:
*Kecamatan Batang Kuis
*Kecamatan Beringin
*Kecamatan Pantai Labu
Akibat dari bendung yang tidak berfungsi di 3 Kecamatan tersebut sangat kesulitan air sehinggah hasil panen para petani tidak maksimal bahkan diperkirakan Opportunity Cost Rp 80 Milliar per tahun hilang.
Hal ini dikeluhkan oleh para petani dari perwakilan Kecamatan Batang Kuis, Kecamatan Beringin dan Kecamatan Pantai Labu didepan perwakilan Kementrian PUPR, BBWS Wilayah II Sumut beserta dari toko masyarakat Sumut Parlindunggan Purba pada saat dilakukan pertemuan di lokasi Bendung Serdang, Rabu 25 Februari 2026.
Salah seorang Petani OSPI Boru Siregar telah mengatakan awalnya seluruh para Petani merasa bangga dengan dibangunnya Bendung Serdang yang diperkirakan dapat mengairi Areal persawahan mencapai 4 ribu Hektar yang menyebar di tiga Kecamatan yakni: Kecamatan Batang Kuis, Kecamatan Beringin dan Kecamatan Pantai Labu.
Setelah ditunggu selama 7 tahun lamanya, Bendungan tersebut sama sekali tidak berfungsi akibatnya ribuan para Petani sungguh sangat mendapatkan air, Apalagi pada saat ini memasuki musim kemarau.
Kami awalnya sangat bangga karena adanya bendungan di sungai Serdang ini, Namu setelah ditunggu – tunggu selama 7 tahun, Mega proyek bernilai Rp 234 Milliar belum pernah sama sekali berfungsi dan kami sampai sekarang tidak tahu alassanny, yang jelas kami para Petani untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk pompanisasi, Ujar para Petani.
Sementara didalam pertemuan itu, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, Parlindungan Purba menegaskan bahwa belum difungsikan Bendung Serdang ini mengakibatkan hasil Pertanian tidak bisa maksimal.
Padahal kalau Hitung – Hitungannya dengan kapasitas 4 ribu Hektar yang dapat diairi oleh Bendungan Serdang ini, Dipastikan setiap dua kali panen bisa menghasilkan Rp 80 Milliar per tahun selama 7 tahun ini tidak berfungsi sehinggah Opportunity Cost pertahun hilang begitu saja.,Ungkap Parlindunggan Purba
Sumber Berita TKPMedanbos
PENULIS:ROBIN SILALAHI
No comments yet.