
Bitung, FokusJurnalis.com — Komisi pemilihan umum laksanakan kegiatan media gathering tentang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara serta Walikota dan Wakil Walikota Bitung tahun 2024.

Hadir dalam kegiatan Kasi Humas Polres Bitung IPTU Abdul Natip Anggai, Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw, Kajari Bitung diwakilkan, Yunnoy Servulus Rawung, Frangky Takasihaeng, Wiwinda Hamisi, Sekretaris KPU Bitung Poula Tuturoong dan media biro kota bitung, Jumat 26 Juli 2024.
Ketua KPU Bitung menyampaikan yakni, “Kami berharap kepada pemilih maupun pihak stakeholder agar dapat mensosialisasikan tahapan pemilihan kepala daerah yang ada di Kota Bitung, ”
Tambahnya lagi, “Mengingat pengalaman pilkada kemarin maka kami mempunyai target dan target kami dimulai angka delapan puluh lima sampai sembilan puluh persen untuk pemilu nantinya, “harapnya.
Sesuai tahapannya ada tiga hari, maka tanggal dua puluh empat dan dua puluh enam kita sudah mulai pengumuman tanggal dua puluh tujuh kita sudah masuk pada pasangan calon, “sebut Sumampouw.
Dalam kegiatan Media Gathering di KPU Kota Bitung Kapolres Bitung AKBP. Albert Zai menyampaikan melalui Kasie Humas Polres Bitung IPTU Abdul Natip Anggai tentang cara bermetsos menyampaikan dengan baik dan benar sehingga tidak salah memahami yakni,
Saya titipkan materi ini buat media Bitung, bukan saya mengajari rekan-rekan media karena saya tahu mereka inilah yang lebih pintar tentang hal ini tapi saya ingin titipkan untuk rekan-rekan agar disampaikan kepada masyarakat atau saudara-saudara kita jangan sampai salah dalam melakukan media sosial, ” cetusnya.
Inilah penjabaran Kasie Humas Polres Bitung : diantaranya Mengapa harus bijak dalam menggunakan Media sosial.
Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang sifatnya menghasut mengajak atau mempengaruhi orang lain sehingga menyimpulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan ras kebangsaan teknis warna kulit agama kepercayaan jenis kelamin disabilitas mental atau disabilitas fisik, ancaman hukumannya, tidak mempunyai alat paling lama 6 tahun dan atau denda 1 miliar sedangkan ayat 3 setiap orang dengan sengaja menamba informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang diketahui memuat pemberitaan bohong dan menimbulkan kerusuhan di masyarakat ancaman hukuman pidananya paling lama 6 tahun dan denda paling banyak satu miliar, “Sebutnya.
Informasi kabar berita yang palsu atau bohong pada kamus besar bahasa Indonesia hoax diartikan sebagai berita yang bohong yaitu informasi yang dibuat-buat atau di rekayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya dengan kata lain hoax diartikan sebagai upaya perputaran Balik dan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan, tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
Mengapa berkembang faktor utama yang menyebabkan informasi palsu tersebar di Indonesia adalah adanya kecenderungan masyarakat Indonesia yang kurang bertanggung jawab dalam bermedia sosial dan ingin menjadi orang pertama dalam menyebar berita mungkin tujuan awal saja Bagus menurutnya apa dia sudah cek lagi sehingga berita yang diyakininya ternyata hoax.
Ciri-ciri informasi atau berita hoax menurut gambar memiliki ciri-ciri sebagai berikut, informasi yang tersebar menyebabkan kebencian antara kalangan hingga menimbulkan permusuhan pada masyarakat, kemudian informasi tidak jelas atau tidak ada yang tahu siapa penulisnya alias ingin cenderung memojokkan pihak tertentu adanya informasi disampaikan secara fanatik atau suatu ideologi di kata-kata menimbulkan provokatif dan tidak ada informasi maupun fakta yang faktual.
Penulisannya bahan baku seperti ada huruf kapital huruf vokal banyaknya! Serta sumber tidak jelas atau.
Jenis-jenis yang sering terjadi di masyarakat yaitu berita bohong jenis paling sering ditemui karena mudah tersebar biasanya penulis membuat berita ini dengan berbagai macam informasi palsu dan berusaha terlihat seperti berita asli agar pembaca percaya akan mendengar ditulis olehnya menjadi salah satu taktik penulis berita dalam menarik perhatian pembaca dengan membuat judul atau gambar yang biasanya menimbulkan kontroversial parodi tulisan ini biasanya sengaja ditulis dengan menyentuhkan sindiran pada tiap tertentu kadang ditambah unsur komedi di dalamnya dan terakhir adalah propaganda kegiatan yang menyebarkan informasi ideologi argumen dan opini pada publik secara langsung.
(Ferry Mamangkey)
No comments yet.