Malang, 29 November 2024 – Sebuah pohon asem besar tumbang di Jalan Raya Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. Tepatnya di depan STT Satyabhakti, pada Jumat (29/11/2024) malam, pukul 18:13:36, setelah wilayah Malang diguyur hujan deras. Pohon yang tumbang menimpa dua mobil dan satu sepeda motor yang sedang melintas, menyebabkan dua orang meninggal dunia di tempat, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Keterlibatan mahasiswa, dosen dan staf STT Satyabhakti dalam membantu pembersihan jalan disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah suara keras dari pohon tumbang yang terdengar hingga Asrama Iman STT Satyabhakti, yang langsung menarik perhatian civitas akademika.
Mahasiswa Sandro Siahainnenia segera memanggil staf STT Satyabhakti, Yanto, dan memberitahukan kejadian tersebut, “Kak, tolong dulu, di depan ada pohon tumbang, dua mobil ditimpa dan ada korban jiwa.”
Setelah mendengar informasi tersebut, Yanto segera bergegas ke gudang dan mengambil gergaji mesin (singso). Tanpa menunggu lama, Yanto langsung menuju lokasi kejadian dan mulai memotong batang pohon yang besar.

Selain itu, Natan Presetyo, salah satu mahasiswa STT Satyabhakti, menerima informasi langsung dari Imanuel Setiawan, yang mengumumkan di grup WhatsApp bahwa pohon tumbang di Jalan Raya Karanglo. Imanuel, yang bersama satpam, berada di pos satpam yang sangat dekat dengan lokasi jatuhnya pohon asem dan langsung memberi tahu situasi darurat tersebut. Informasi ini segera tersebar di kalangan civitas akademika, dan mereka langsung bergerak untuk membantu.
Segera setelah informasi tersebar, mahasiswa, dosen, dan staf STT Satyabhakti turun tangan untuk membantu membersihkan jalan yang tertutup pohon dan ranting besar. Mereka menggunakan peralatan seperti gergaji mesin dan parang, dengan cepat memotong dahan-dahan pohon dan mengangkat potongan ranting yang berserakan.
Mahasiswa Sandro Siahainnenia segera menghubungi staf Yanto untuk memberitahukan kejadian tersebut, dan Yanto pun langsung menuju lokasi kejadian dengan membawa gergaji mesin (singso). Tanpa menunggu lama, mahasiswa dan staf STT Satyabhakti segera turun ke lokasi untuk memotong dahan-dahan dan ranting pohon menggunakan peralatan seperti gergaji mesin dan parang. Mereka bekerja keras untuk membersihkan jalan dari sekitar pukul 18:15 hingga sekitar pukul 20:30.

Meskipun petugas kepolisian, sukarelawan, dan instansi terkait lainnya baru tiba sekitar 30 menit setelah kejadian, STT Satyabhakti sudah lebih dulu melakukan tindakan darurat untuk membersihkan jalan dan memastikan pengendara yang terhenti bisa parkir sementara di area kampus.
Proses pembersihan jalan berlangsung hingga sekitar pukul 20:30, ketika jalanan sudah kembali bersih dan aman untuk dilalui.

Selama proses tersebut, mobil yang tertimpa pohon juga diamankan sementara di area kampus STT Satyabhakti, memastikan kendaraan tidak terabaikan dan pengendara bisa segera melanjutkan perjalanan setelah situasi membaik.
No comments yet.