Malang, 19 Mei 2025 — Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti (SATI) Malang menggelar kegiatan donor darah sebagai wujud nyata kasih Kristus kepada sesama.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (19/5), pukul 08.00–12.00 WIB, bertempat di gedung S2 SATI.
Donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian acara menyambut Dies Natalis ke-70 STT Satyabhakti yang akan digelar pada bulan Juni mendatang.
Kegiatan ini juga termasuk dalam program Pengabdian kepada Masyarakat, yang menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi SATI terhadap lingkungan sosial.
Peserta donor darah terbatas bagi keluarga besar STT Satyabhakti serta rekan kerja dari Penerbit Gandum Mas.
Sebelum kegiatan berlangsung, calon pendonor telah mendaftarkan diri melalui tautan online yang dibagikan sebelumnya atau langsung kepada panitia.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sarana untuk membentuk kepedulian sosial dan menanamkan nilai kasih secara konkret kepada sesama manusia.

Fotografer: Roby V
Kegiatan diawali dengan serangkaian tahapan pemeriksaan kesehatan oleh tim dari Palang Marah Indonesia (PMI). Pertama-tama, peserta mengisi formulir identitas donor, lalu menimbang berat badan.
Syarat berat badan minimal 50 kg diberlakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan pendonor, sebab tubuh dengan berat kurang dari itu berisiko mengalami gangguan setelah mendonorkan darah.
Selanjutnya, peserta ditanyai mengenai riwayat penyakit, yang merupakan prosedur penting untuk melindungi baik pendonor maupun penerima darah.
Jika pendonor memiliki riwayat atau risiko penyakit menular seperti hepatitis, HIV, atau tekanan darah yang tidak stabil, maka ia tidak diperbolehkan mendonorkan darah demi keselamatan semua pihak.
Setelah itu dilakukan pemeriksaan hemoglobin (HB), tekanan darah, dan golongan darah. Hanya peserta yang lolos dari seluruh tahapan inilah yang dinyatakan layak untuk menjadi pendonor.
Setelah berhasil mendonorkan darah, peserta diberikan bingkisan dari PMI berupa roti, susu, penambah darah, dan lainnya sebagai bentuk pemulihan dan apresiasi. STT Satyabhakti juga turut menyediakan teh manis hangat untuk menambah kenyamanan para pendonor.

Fotografer: Roby V
Pada kegiatan kali ini, sebanyak 23 orang berhasil menjadi pendonor darah. Beberapa peserta lain belum dapat lolos karena alasan medis, namun tetap menunjukkan semangat yang tinggi.
Salah satu peserta, Nathanel Pardede, menyampaikan rasa syukurnya, “Saya bersyukur dengan diadakannya donor darah ini, dan saya berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan di SATI.”
Michelle, yang baru pertama kali donor, mengaku sempat trauma, “Saya sempat pusing dan lemas sekali, karena ini pengalaman pertama saya. Tapi ternyata efeknya hanya sebentar saja, jadi saya cukup senang dan berharap makin sehat.”
Senada dengan itu, Hana Simanjuntak juga mengaku senang bisa mencoba, “Awalnya saya takut karena ini pengalaman pertama saya. Tapi setelah dicoba, ternyata tidak semenakutkan itu, dan saya ingin mencobanya lagi.”
Namun tidak semua peserta berhasil mendonorkan darah. Josua Salone menyampaikan bahwa ia gagal pada tahap akhir karena kadar hemoglobin (HB)-nya terlalu tinggi. “HB saya 18, padahal maksimal hanya 17. Tapi saya tetap diberi saran untuk menjaga kesehatan dan mengurangi kopi,” ujarnya.
Irma, salah satu mahasiswi SATI, juga belum dapat mendonor karena HB-nya terlalu rendah. Sementara itu, Marchelito tidak lolos karena masih dalam proses pemulihan dari batuk, namun ia tetap antusias dan berharap bisa ikut di kesempatan berikutnya.
Kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi perayaan menjelang Dies Natalis, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari iman Kristen yang diwujudkan dalam pelayanan dan kasih kepada sesama—melalui setetes darah yang bisa menyelamatkan nyawa.
Penulis: Gabrella T. M. Harianja
No comments yet.