
redaktur • Sep 20 2024 • 120 Dilihat
Pada Rabu, 11 September 2024, seminar bertajuk “Sosiologi Aplikasi Sabda dan Penggunaan AI” diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teologi (STT) Satyabhakti (Sati), Malang. Seminar ini diisi oleh Tim SABDA di gedung Aletheia lantai 3.
Seminar ini membawa perspektif baru terkait hubungan antara teknologi dan spiritualitas. Dengan tema “IT for God,” acara ini membahas bagaimana kecerdasan buatan (AI) bisa dikuasai dan dimanfaatkan untuk tujuan mulia, termasuk dalam konteks agama dan pengabdian kepada Tuhan.
Evie, salah satu pembicara utama dalam acara ini, menyampaikan pandangan tegasnya tentang AI. “AI sangat menakutkan!” ucapnya. Namun, dia menekankan bahwa ketakutan ini seharusnya menjadi dorongan bagi manusia untuk menguasai dan mempelajari teknologi tersebut. Menurutnya, AI memiliki potensi besar sebagai asisten yang membantu manusia dalam berbagai bidang kehidupan.
“Jika kita bisa menguasai AI dan memanfaatkannya dengan cara yang benar, motivasi yang benar, dan tujuan yang mulia, teknologi ini akan menjadi sangat bermanfaat. Sebaliknya, jika AI disalahgunakan, ia bisa menjadi ancaman besar,” jelasnya.

Fg: Robby
Salah satu poin penting dalam seminar ini adalah pandangan bahwa teknologi, termasuk AI, merupakan pemberian Tuhan. “Teknologi berasal dari Tuhan. Jadi, teknologi harus dikembalikan untuk memuliakan Tuhan,” lanjut Evie.
Dia menggambarkan bagaimana sejak zaman Perjanjian Lama (PL), Tuhan telah menggunakan teknologi untuk menolong manusia, dengan contoh seperti bahtera Nuh dan pakaian yang diberikan Allah kepada Adam dan Hawa. Teknologi, dalam hal ini, selalu menjadi alat untuk menyejahterakan manusia.
Konsep “AI for God” menjadi sorotan utama, di mana peserta diajak untuk melihat AI bukan hanya sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, melainkan juga sebagai sarana untuk membawa kebaikan dan memuliakan Tuhan. Menurut Evie, orang yang tidak memanfaatkan teknologi, khususnya AI, dalam kehidupannya akan tertinggal.
“Orang-orang yang tidak memanfaatkan AI akan tertinggal,” ujarnya tegas, seraya mendorong Mahasiswa-mahasiswi yang hadir untuk tidak takut menghadapi perkembangan teknologi, melainkan menguasainya untuk tujuan yang lebih besar.
Seminar ini tidak hanya menghubungkan antara teknologi dan sosiologi, tetapi juga memberikan perspektif mendalam mengenai penggunaan teknologi dalam konteks spiritual, di mana teknologi dilihat sebagai salah satu alat yang harus diarahkan untuk kebaikan dan kemuliaan Tuhan.

Foto bersama dengan seluruh peserta. |Fg: Robby
Seminar ini memicu berbagai tanggapan dari para peserta. Setelah presentasi dari Tim Sabda selesai, sejumlah Mahasiswa dan peserta lain menyuarakan pendapat mereka, menyoroti baik manfaat maupun kekhawatiran terkait teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari.
Imanuel H. Setiawan Pani, salah satu Mahasiswa, menyampaikan pandangannya yang cukup kritis. “AI membuat manusia semakin malas,” katanya.
Ia menganggap bahwa ketergantungan pada AI dapat mengurangi inisiatif dan usaha Mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Menurutnya, meskipun AI membawa kemudahan, ada risiko bahwa teknologi ini dapat mengurangi kreativitas dan kerja keras setiap Mahasiswa.
Sementara itu, Marchelito Octavianus, Mahasiswa lain, menilai seminar tersebut cukup bermanfaat, tetapi menyayangkan kurangnya kedalaman dalam pembahasan aspek-aspek lain dari AI. “Bermutu, sih, tetapi tidak bernas,” katanya saat ditanya oleh media ini.
Ia menjelaskan bahwa Tim Sabda terlalu fokus pada penggunaan ChatGPT, sebuah teknologi yang sudah sering digunakan oleh Mahasiswa Sati.
“Padahal, masih banyak bagian AI yang Mahasiswa belum familiar,” tambahnya, dengan menyinggung berbagai aplikasi AI lain seperti pembuatan animasi dari foto atau teknologi suara seperti Suno, yang bisa memperluas wawasan Mahasiswa.

Sesi tanyak jawab. | Fg: Robby
Di sisi lain, Michelle Gabriella Lastri memberikan pandangan yang lebih optimis. “Aku tidak takut sama AI, mikirnya kalau itu bisa sangat membantu. AI bukan mau menyaingi manusia, tapi menolong dan berdampingan dengan manusia,” ungkapnya.
Menurutnya, AI telah menjadi kebutuhan primer dalam dunia pendidikan, di mana dosen dan kampus pun sudah menggunakan AI dalam proses pembelajaran. Ia menambahkan, dari hal-hal kecil hingga yang lebih besar, Mahasiswa sebenarnya sudah mulai mengandalkan AI untuk membantu mereka belajar dan bekerja lebih efisien.

Fg: Robby
Ariek Hapsari, Gembala Asrama Putri, dalam tanggapannya, memandang AI dari sudut pandang spiritual. “Tuhan akan memberi kita hikmat untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan tepat, agar benar berguna bagi Injil Tuhan,” katanya.
Ia percaya bahwa dengan hikmat dan kebijaksanaan yang diberikan Tuhan, AI dapat digunakan untuk memajukan karya-karya dalam pelayanan dan penyebaran Injil.
Astutik, Kepala Perpustaakan STT Satyabhakti, menekankan pentingnya integrasi AI dalam dunia pendidikan. “Apabila dosen, tendik, dan Mahasiswa STT Satyabhakti dapat mengintegrasikan dan memanfaatkan teknologi AI dalam pembelajaran, maka akan sangat memperkaya pembelajaran dan memperdalam pengalaman belajar yang lebih efektif dan efisien bagi semua,” jelasnya.
Ia merasa bersyukur dengan adanya tim Sabda yang memperkenalkan teknologi AI seperti ChatGPT dan Alkitab GPT kepada Mahasiswa, yang memungkinkan mereka untuk lebih kreatif dan jeli dalam memanfaatkan teknologi ini.

Fg: Robby
Selain memberikan tanggapan positif terhadap seminar “Sosiologi Aplikasi Sabda dan Penggunaan AI,” Astutik, seorang pustakawan STT Satyabhakti, juga menyampaikan sejumlah harapan terkait pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di lingkup akademik.
Dalam wawancaranya, Astutik menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa STT Satyabhakti dalam memanfaatkan teknologi AI yang ada. “Mahasiswa STT Satyabhakti seharusnya lebih kreatif dalam menggunakan teknologi AI,” ujarnya.
Ia berharap agar mahasiswa mampu mengoptimalkan teknologi ini tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi dan efisiensi dalam proses pembelajaran di kampus.
Lebih lanjut, Astutik menekankan pentingnya integritas dan rasa takut akan Tuhan dalam menggunakan teknologi, terutama AI. “Jadilah mahasiswa STT Satyabhakti yang takut akan Tuhan dan bijak serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi AI dengan bersikap fair—jujur, adil, berintegritas, benar, dan tulus, serta sportif,” pesan Astutik kepada para Mahasiswa.
Ia mengingatkan bahwa meskipun AI menawarkan banyak kemudahan, penting bagi pengguna untuk tetap memegang nilai-nilai etika yang kuat dalam memanfaatkannya.

Tim Sabda dengan pustakawan Sati, Kaprodi S2, dan Gembala Asrama Putri. | Fg: Robby
Astutik juga menyoroti perubahan besar yang terjadi di bidang perpustakaan akibat perkembangan teknologi AI. “Pengguna perpustakaan memiliki selera yang terus berubah seiring kemajuan teknologi AI,” jelasnya.
Menurutnya, perpustakaan sebagai pusat sumber informasi harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan ini. Sebagai pustakawan, Astutik menyatakan kesiapan dirinya untuk menghadapi perubahan tersebut dan menggunakan teknologi informasi lebih lanjut untuk mengelola perpustakaan dengan lebih baik.
“Sebagai pustakawan, saya harus selalu siap menghadapi perubahan ini dan akan menggunakan teknologi informasi lebih lagi untuk dapat mengelola perpustakaan sebagai pusat sumber informasi serta akan terus berusaha memberikan layanan terbaik dalam memenuhi kebutuhan informasi civitas akademik STT Satyabhakti,” pungkasnya.
Seminar ini tidak hanya menjadi ajang diskusi seputar AI dan penerapannya dalam sosiologi, tetapi juga membuka ruang bagi refleksi mendalam tentang bagaimana teknologi dapat memperkaya proses pembelajaran dan kehidupan spiritual. Harapan-harapan seperti yang disampaikan oleh pustakawan Sati menggarisbawahi bahwa teknologi, bila digunakan dengan bijak, dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan dan pelayanan.

Penyerahan Souvenir kepada tim Sabda oleh Yahya Afandi, Kaprodi S2. | Fg: Robby
Penulis: Gabrella T. M. Harianja
Malang, 19 Mei 2025 — Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti (SATI) Malang menggelar kegiatan donor da...
Malang, 18 Mei 2024 — Sekolah Tinggi Teologi (STT) Satyabhakti Malang kembali mengadakan acara ser...
Malang, 29 April 2025 – Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti (STT SATI) Malang kembali menunjukkan k...
Kamis, 25 April 2025 – Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti Indonesia (SATI) mendapat kesempatan ist...
Malang – Rabu, 3 April 2025 Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti (STT Sati) secara resmi mengadakan ...
Apa Itu Hari Misi? Hari Misi Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti (STT Sati) adalah kegiatan rutin tah...

Malang dan Surabaya – Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) mengadakan kegiatan Enrichment Perintis-Perintis Kota 2025 yang bertujuan untuk membek...
Bolmong, Fokusjurnalis – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menggelar Appreciation Night dalam rangkaian...
З Jeux tower rush action arcade challenge Tower Rush offers fast-paced strategy gameplay where players defend their base by placing towers to s...
Rutan Kelas I Medan Gelar Upacara Peringatan Ke-77 Hari Bela Negara MedanFokusJurnalis:Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan melaksa...
Fokusjurnalis, Bitung – Sempat mangkir 2 kali panggilan, Walikota Bitung Maurits Mantiri pagi ini penuhi panggilan kedua yang tertunda dar...
Fokusjurnalis.com, Sumatera Utara – Ketua DPW Media Center Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat (LSM PAKAR) Sumatera Utar...
Terpilihnya ketua-ketua PP PAR Hasil RPP Secara Demokrasi dan Sukses Dibawah Wilayah Nakhoda PAC PP Percut Sei Tuan Pst-FokusJurnalis...


No comments yet.