Fokusjurnalis.com, Sabtu 21 Februari 2026 MEDAN – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen pahit bagi ratusan pekerja proyek pembangunan Stadion Teladan, Medan. Di tengah suasana ibadah yang mestinya sarat empati, proyek strategis di jantung ibu kota Sumatera Utara (Sumut) itu justru disebut tersendat, sementara upah pekerja dilaporkan kerap terlambat dibayarkan.
Kondisi tersebut mendorong DPW Media Center Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat (LSM-PAKAR) Sumatera Utara bersiap menggelar aksi damai ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) kantor Gubernur Sumut dan kantor PT Wijaya Karya (WIKA).
Ketua DPW Media Center LSM PAKAR Sumut, Robin Silalahi, menilai persoalan tersebut bukan sekadar keterlambatan teknis proyek saja.
Ia menduga ada persoalan serius dalam tata kelola anggaran dan manajemen pelaksanaan pembangunan.
“Ini bukan hanya soal bangunan yang belum selesai. Ini soal hak pekerja yang terabaikan, apalagi di bulan Ramadan. Sangat ironis ketika para buruh justru kesulitan menerima upahnya,” ujar Robin, Jumat (20/2/2026).
*Ratusan Pekerja Terdampak*
Berdasarkan hasil investigasi internal DPW Media Center LSM PAKAR Sumut, sekitar 300 pekerja semula terlibat dalam proyek tersebut.
Namun kini jumlahnya disebut menyusut menjadi sekitar 100 orang. Sejumlah pekerja memilih pulang kampung karena upah yang dijanjikan tak kunjung cair.
DPW Media Center LSM PAKAR Sumut juga menerima informasi adanya dugaan penahanan gaji oleh oknum mandor agar pekerja tetap bertahan di proyek.
Akibatnya, sebagian pekerja dikabarkan kesulitan mengirimkan nafkah kepada keluarga mereka di kampung halaman.
Selain persoalan upah, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) turut disorot.
LSM PAKAR menyebut penerapan K3 tidak berjalan maksimal dan mengakibatkan sejumlah pekerja mengalami cedera.
*Desak Audit Menyeluruh*
DPW Media Center LSM PAKAR Sumut mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengaudit proyek tersebut serta memeriksa pihak-pihak terkait, termasuk Gubernur Sumatera Utara dan manajemen PT WIKA selaku pelaksana.
Mereka menduga adanya penyalahgunaan anggaran yang menyebabkan proyek melampaui masa kerja yang telah ditetapkan.
“Kami minta seluruh proses pembangunan ini diaudit secara menyeluruh. Jangan sampai ada pelanggaran yang dibiarkan,” tegas Robin.
*Aksi 26 Februari*
Sebagai bentuk tekanan moral,DPW Media Center LSM PAKAR Sumut akan menggelar aksi damai pada Kamis, 26 Februari 2026, dengan mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kejatisu, dan kantor PT WIKA di Medan.
Robin menegaskan, jika tidak ada respons tegas dari aparat penegak hukum maupun pihak pelaksana proyek, pihaknya siap membawa persoalan tersebut ke tingkat pusat.
“Jika di daerah tidak ada tindakan serius, kami akan turun ke Jakarta dengan aksi yang lebih besar. Hak pekerja harus dibayar, dan uang rakyat harus dipertanggungjawabkan,” katanya.
Bagi sebagian buruh proyek Stadion Teladan, Ramadan kali ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan harap atas upah yang tak kunjung tiba.
TIM
No comments yet.