Malang, 21 Maret 2025 – Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti (STT Sati) kembali mengadakan Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Internal, sebuah kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap semester. Acara ini berlangsung selama tiga hari pada 18-20 Maret 2025, bertempat di Gedung Aletheia, STT Satyabhakti.
Pada hari pertama, pimpinan civitas akademika STT Satyabhakti menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi bonus demografi, yaitu jumlah populasi usia produktif 15-45 tahun yang diperkirakan akan berakhir pada tahun 2041.
Penduduk dalam rentang usia ini memiliki potensi besar, namun jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi bisa menjadi antiklimaks bagi suatu negara.
Hal ini dapat berdampak pada meningkatnya angka pengangguran, kejahatan, serta berbagai masalah sosial.
Pimpinan juga menekankan bahwa mahasiswa STT Satyabhakti termasuk bagian dari bonus demografi.
Oleh karena itu, mereka diajak untuk berdoa agar memiliki kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi musim ini.
Ia juga mengingatkan pentingnya belajar dengan rendah hati agar seluruh proses selama tiga hari seminar ini dapat berjalan maksimal, serta mengajak semua peserta untuk mengizinkan Tuhan bekerja dalam hati mereka.
Seminar dan KKR kali ini mengusung tema “Reaching the Next Generation of Christ”. Rangkaian sesi seminar yang disampaikan selama tiga hari meliputi:
- Memahami Generasi Penerus – Mendalami Budaya Anak Muda.
- Membangun Jembatan Relasional – Terhubung Dengan Anak Muda di Level Mereka.
- Mendisiplinkan Generasi Penerus – Beranjak dari Penjangkauan Menuju Transformasi Sejati.
Sedangkan sesi KKR membahas:
- KKR Pertama: Kegembiraan dan Keinginan Mengenai Kebenaran yang Bersifat Rohani.
- KKR Kedua: Menanti-nantikan Tuhan.
- KKR ketiga: Until the End
Seminar dan KKR kali ini menghadirkan Pendeta David Leong dari Gereja Methodist Grace, Singapura, sebagai pemateri utama. Selama seminar, materi disampaikan dengan bantuan penerjemah Yeremia Samuel, seorang alumni STT Satyabhakti angkatan 2019.
Untuk sesi KKR, penerjemah berbeda ditugaskan setiap malam. Pada malam pertama, penerjemah adalah Amelia Rumbiak, seorang dosen di STT Satyabhakti.
Malam kedua diterjemahkan oleh Soerono, juga seorang dosen di kampus yang sama, sementara malam ketiga diterjemahkan oleh Agustinus Dermawan, pimpinan STT Sati.
Acara ini diikuti oleh seluruh civitas akademika STT Satyabhakti, termasuk mahasiswa, dosen, dan staf. Selain itu, beberapa peserta dari salah satu gereja di Surabaya juga turut hadir.
Kegiatan seminar berlangsung setiap pagi, dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB, sedangkan ibadah KKR dilaksanakan pada malam hari, dari 18.00 WIB hingga 20.30 WIB.
Setiap sesi seminar diawali dengan pujian yang dipimpin oleh tim pujian, kemudian diakhiri dengan doa.
Selain itu, setiap sesi seminar juga menyediakan waktu khusus untuk sesi tanya jawab, yang selalu disambut antusias oleh para mahasiswa.
hari ketiga juga diakhiri dengan ucapan terima kasih yang disampaikan oleh pimpinan Civitas Akademika STT Satyabhakti kepada pembicara dan penerjemah, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada pembicara dan penerjemah, serta foto bersama sebagai penutup acara.
Selain itu, pimpinan juga memberikan ajakan kepada seluruh peserta untuk bergerak bagi generasi ini dan generasi selanjutnya, menekankan pentingnya penjangkauan kepada generasi berikutnya.
Dengan adanya seminar dan KKR ini, diharapkan peserta semakin bertumbuh dalam iman dan mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai pelayanan serta kehidupan rohani.
(Penulis: Gabrella T. M. Harianja)
No comments yet.