Malang, 16 Maret 2025 – Dalam semangat kepeduliaan dan kasih, STT Satyabhakti Malang, menggelar doa khusus bagi Republik Demokratik Kongo pada Jumat, 7 Maret 2025, bertempat di Kapel Aletheia.
Suasana khidmat menyelimuti kapel saat mahasiswa-mahasiswi berkumpul, memanjatkan harapan bagi negara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
Acara ini diawali dengan presentasi oleh Michelle Lastri, seorang mahasiswi yang dengan penuh ketulusan menggambarkan kondisi terkini di Kongo.
Ia menyampaikan bahwa negara Kongo berada di benua Afrika, tepatnya di Afrika Tengah.
Negara ini termasuk salah satu yang terbesar di kawasan Afrika Selatan dan Tengah, dengan populasi sebanyak 105.789.731 jiwa. Dari jumlah tersebut, 95% merupakan orang Kristen, dan sekitar 18% adalah penginjil yang setia menyuarakan kabar baik di tengah kondisi yang sulit.
Namun di balik angka-angka itu, Kongo menghadapi krisis kemanusiaan paling rumit di dunia, seperti:
- Puluhan tahun bentrokan antara angkatan bersenjata Kongo dan berbagai kelompok bersenjata non-negara,
- Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang meluas,
- Insiden kekerasan berbasis gender,
- Populasi pengungsi yang tinggi,
- Kerawanan pangan yang parah,
- Penyakit dan bencana alam.
Salah satu peristiwa memilukan yang baru-baru ini terjadi adalah kasus pembantaian 70 jiwa di sebuah gereja Protestan kecil di desa Kasanga pada 13 Februari 2025.
Tragedi ini menjadi alasan kuat bagi para Mahasiswa-mahasiswi untuk berdoa bagi bangsa Kongo dalam permohonan kepada Tuhan.
Dalam doa yang dilakukan di STT Satyabhakti, lima topik doa dibagi sesuai dengan angkatan atau kelas mahasiswa:
- Tingkat 1 (Pneumatikos): Berdoa untuk pemerintahan Republik Demokratik Kongo, agar para pemimpinnya diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kekuatan untuk memperjuangkan kedamaian.
- Tingkat 2 (Xavarius): Berdoa agar kekerasan yang dialami masyarakat, khususnya orang percaya, dapat segera berakhir.
- Tingkat 3 (Metanoia): Berdoa untuk hamba Tuhan dan orang percaya di Kongo agar tetap diberikan kekuatan dan tetap setia di dalam Tuhan.
- Tingkat 4 (Gaudate): Berdoa untuk stabilitas pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial di Kongo agar dapat berjalan dengan normal.
- Tingkat 4+: Berdoa untuk pertobatan bagi para pelaku kejahatan dan pelanggar HAM, agar Roh Kudus menjamah hati dan hidup mereka.
Kegiatan doa ini menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi yang hadir untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian bagi bangsa yang tengah menghadapi penderitaan.
Doa yang dipanjatkan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi masyarakat Kongo dan menggerakkan hati banyak orang untuk berkontribusi dalam upaya kemanusiaan bagi negara tersebut.
Penulis: Gabrella T. M. Harianja
No comments yet.